Profil Desa Ngenep
Struktur Organisasi Desa
Susunan perangkat pemerintah Desa Ngenep periode 2026–2032
Sandi Bambang. Sudjono, S.E.
Subaedi, SE
Fisca Fadillah
Putri Sulistyoningrum
Moch. Ainul Cholidian
Sanudi, S. Pd.
Kusniawati
Mustofa
Kepala Dusun (Kasun)
Sodikin
Adhim Masrur Ovanudin
Mulyono
Saibah Ahmad
Mochamad Muslimin
Muliono
Eko Tumpangrejo
Informasi Wilayah
Data geografi dan demografis Desa Ngenep
Peta Lokasi
Lokasi Kantor Desa Ngenep
Akses & Transportasi
Peta Wisata Utama Desa Ngenep
Panduan rute dan lokasi destinasi wisata potensial di wilayah Desa Ngenep
* Klik tombol di sebelah kanan untuk melihat peta dalam resolusi penuh.
Lihat Resolusi PenuhTentang Desa Ngenep
Gambaran umum geografis dan administratif desa
Desa Ngenep merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Letaknya yang strategis di bagian utara Kabupaten Malang menjadikan desa ini memiliki akses yang cukup mudah menuju pusat Kecamatan Karangploso, Kota Malang, maupun wilayah Kota Batu. Kondisi geografisnya didominasi oleh lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan permukiman yang masih asri sehingga menciptakan lingkungan pedesaan yang nyaman dan produktif.
Secara administratif, Desa Ngenep berbatasan dengan Desa Lang-lang dan kawasan Perhutani di sebelah utara, Desa Ngijo dan Desa Bocek di sebelah barat, Desa Ngijo dan Desa Kepuharjo di sebelah selatan, serta Desa Kepuharjo dan Tunjung di sebelah timur. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 1.391.679 mÂł yang terdiri atas lahan pertanian, perkebunan, hutan produksi, permukiman, serta berbagai fasilitas umum yang menunjang aktivitas masyarakat. Desa Ngenep juga menjadi salah satu desa di Kecamatan Karangploso yang memiliki delapan dusun, yaitu Dusun Ngenep Krajan, Lowoksari, Kubung, Baba'an, Curah Kembang, Genitri, Glugur/Mojosari, dan Tumpangrejo.
Sebagian besar masyarakat Desa Ngenep bermata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan. Tingkat kesuburan tanah yang tinggi, didukung curah hujan yang relatif besar, menjadikan desa ini memiliki potensi yang baik dalam pengembangan komoditas pertanian. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan berbagai kegiatan usaha mikro, kerajinan, peternakan, dan usaha berbasis potensi lokal sebagai penunjang perekonomian desa.
Desa Ngenep memiliki potensi sumber daya alam yang cukup melimpah, terutama keberadaan sumber mata air yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekitar. Salah satu potensi unggulannya adalah Sumber Nyolo, mata air yang dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, budidaya perikanan, sekaligus destinasi wisata berbasis alam. Selain itu, Desa Ngenep terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program konservasi, seperti reboisasi di kawasan sumber mata air dan pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat.
Dari sisi sosial dan budaya, masyarakat Desa Ngenep dikenal memiliki semangat gotong royong yang kuat serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi lokal. Berbagai kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, serta tradisi desa masih rutin dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Dengan dukungan sumber daya alam, sumber daya manusia, serta pembangunan yang terus berkembang, Desa Ngenep memiliki potensi besar untuk menjadi desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal yang dimilikinya.
Sejarah Asal-Usul
Asal-usul babat alas nama Desa Ngenep
Asal usul Desa Ngenep bermula pada tahun 1837 ketika dua tokoh, yaitu Mbah Singojoyo dan Ki Atas Angin, membuka kawasan hutan yang pada saat itu masih berupa belantara. Mbah Singojoyo membuka hutan di wilayah bagian timur, sedangkan Ki Atas Angin membuka hutan di wilayah bagian barat. Pembukaan hutan tersebut menjadi awal terbentuknya permukiman yang kemudian berkembang menjadi wilayah Desa Ngenep.
Masyarakat yang tinggal di kawasan babatan Mbah Singojoyo menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh sumber air bersih. Air yang tersedia umumnya masih keruh sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Agar layak dikonsumsi, masyarakat harus terlebih dahulu mengendapkan air tersebut hingga kotorannya mengendap. Dalam bahasa Jawa, proses mengendapkan air dikenal dengan istilah “ngenep atau mengenepkan”. Berangkat dari kebiasaan tersebut, Mbah Singojoyo kemudian memberikan nama wilayah babatannya sebagai Ngenep, yang sekaligus menjadi identitas kawasan tersebut.
Berbeda dengan wilayah Mbah Singojoyo, kawasan yang dibuka oleh Ki Atas Angin memiliki kondisi alam yang lebih menguntungkan karena terdapat sumber mata air yang jernih dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Ketersediaan air bersih tersebut mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong berkembangnya permukiman di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, Ki Atas Angin menamai kawasan tersebut Babakan. Seiring berjalannya waktu, kedua wilayah tersebut terus mengalami perkembangan. Kawasan Ngenep menjadi pusat permukiman yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Desa Ngenep. Sementara itu, wilayah Babakan turut bergabung sebagai bagian dari desa dan saat ini dikenal dengan nama Dusun Baba'an. Hingga kini, sejarah pembukaan hutan oleh Mbah Singojoyo dan Ki Atas Angin beserta asal-usul penamaan wilayah tersebut masih menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Desa Ngenep yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Warisan Budaya
Tradisi dan adat budaya peninggalan leluhur
Sumber Nyolo (Situs Sejarah & Religi)
Mata air alami yang tidak hanya berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut cerita masyarakat, Sumber Nyolo telah dikenal sejak masa Kerajaan Singasari. Pada waktu-waktu tertentu seperti Jumat Legi, sebagian warga menggelar ritual kejawen dan kegiatan spiritual seperti mandi kembang (berendam membawa bunga) sebagai simbol penyucian diri dan permohonan berkah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kawasan ini dikelola dengan menjaga kelestarian lingkungan dan berpotensi sebagai wisata budaya serta edukasi.
Grebeg Suro (Tradisi Syukuran Tahunan)
Tradisi budaya tahunan menyambut 1 Muharram atau 1 Suro sebagai wujud rasa syukur dan mempererat kebersamaan. Rangkaian acaranya dimeriahkan dengan kirab budaya, arak-arakan gunungan hasil bumi, pawai kesenian, serta pertunjukan seni tradisional (seperti atraksi barongsai). Setiap dusun berpartisipasi aktif menunjukkan kreativitas gotong royongnya. Acara ini juga diisi dengan doa bersama di kawasan Sumber (Karangploso View, RW 02 Ngenep).
Silsilah Kepala Desa
Rekam jejak sejarah kepemimpinan Desa Ngenep sejak 1930
Visi & Misi Desa
Arah kebijakan dan target pembangunan Pemerintah Desa Ngenep
“Terwujudnya Desa Ngenep yang rukun dan makmur serta maju di segala bidang pembangunan”
- 1 Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- 2 Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat dalam suasana saling menghargai dan menghormati.
- 3 Membangun dan meningkatkan hasil pertanian dengan jalan penataan pengairan, perbaikan jalan sawah/jalan usaha tani, pemupukan, dan pola tanam yang baik.
- 4 Menata Pemerintahan Desa Ngenep yang kompak dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat masyarakat.
- 5 Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.
- 6 Mencari dan menambah debit air untuk mencukupi kebutuhan pertanian.
- 7 Menumubuhkembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani serta bekerja sama dengan HIPPA untuk memfasilitasi kebutuhan petani.
- 8 Menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.
- 9 Bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam melestarikan lingkungan hidup.
- 10 Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif, dan entrepreneur.
- 11 Membangun dan mendorong usaha optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan baik tahap produksi maupun pengolahan hasil.
Batik Krajan DW
Peternakan Sapi Perah (Susu Segar)
Pabrik Tahu "UD Jaya Sari"
Olahan Pangan "UMKM Cahaya PKK"
Pasang Iklan Usaha Anda — Hubungi iklan@desasukasari.go.id atau datang langsung ke Kantor Desa.